PT. Toya Indo Manunggal termasuk bidang industri kimia. Perusahaan ini memiliki permasalahan pada biaya persediaan dan pengendalian bahan baku, sebab sering mengalami kehabisan stok hingga menyebabkan penjualan menjadi berhenti. Maka perusahaan perlu menetapkan kebijakan pada persediaan bahan dasar agar pengeluaran dapat di minimalisir dan tidak mengalami kehabisan stok. Untuk meminimalisir pengeluaran tersebut, perusahaan dapat menggunakan analisis Economic Order Quantitiy (EOQ). Model EOQ ini dapat meminimalisir jika terjadi kehabisan stok sehingga proses produksi tidak terganggu serta perusahaan dapat mengeluarkan biaya persediaan dengan hemat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan metode eoq untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang perlu dipesan ulang, berapa banyak perlengkapan keselamatan yang dibutuhkan, dan berapa banyak yang perlu dibeli. Jika data tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa PT. Toya Indo Manunggal melakukan pembelian dengan sebanyak 22 kali pada setiap pemesanan dengan jumlah 115 kempu. Jumlah biaya untuk sekali pesan sebanyak Rp. 802.100.000. Persediaan pengaman yang perlu ditempatkan di tempat persediaan yaitu 12 kempu. Titik pemesanan kembali pada bahan baku yaitu sebanyak 271 kempu.
Copyrights © 2023