Uji slake durability bertujuan untuk mengetahui ketahanan batuan dengan cara mempercepat proses pelapukannya secara maksimal dengan cara membasahi dan mengeringkan kemudian dilakukan pengayakan. Dalam pengujian slake durability ini saya menggunakan standar pengujian SNI 3406 (2011). Pengujian ini menggunakan batu lempung pada formasi Balikpapan daerah Samarinda. Dimana batulempung memiliki sifat yang tidak tahan terhadap air dan udara. Batulempung dapat mengembang saat basah dan menyusut ketika kering dari keadaan tersebut maka batulempung sangat rentan untuk mengalami penurunan durabilitas, sehingga membuat saya tertarik untuk melakukan pengujian slake durability pada batulempung formasi Balikpapan dengan pengaruh pH air yang berbeda untuk mengetahui ketahanan batulempung terhadap pH air. Dapat dsimpulkan bahwa nilai indeks durability yang paling rendah terdapat pada pH air asam dengan menunjukkan kerentanan setiap siklus pada batuan tersebut. Nilai indeks durability pada pH asam pada sampel 1, 2, 3, dan 4 memiliki nilai Indeks durability 46,8%, 53,5%, 39,2%, dan 54,5% termasuk dalam klasifikasi rendah dan sampel pada pH basa yang memiliki indeks durability yang tinggi yaitu sampel 1, 2, dan 3 dengan nilai indeks durability (Id2) 86,3%, 81,4% dan 76,9% masuk dalam klasifikasi Tinggi. Sampel 4 dengan nilai indeks durability (Id2) 69,3 % masuk klasifikasi Menengah
Copyrights © 2022