Pembangunan Bendungan Jragung banyak sekali membutuhkan tenaga kerja dan alat berat. Sehingga dalam pekerjaan proyek konstruksi tersebut memiliki banyak risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu jalannya sebuah proyek konstruksi. Diperlukan adanya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan konstruksi (SMKK) untuk mengendalikan risiko dan menjamin terwujudnya keselamatan konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk untuk memahami resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada pekerjaan timbunan maindam Bendungan .Jragung. Penilaian tingkat resiko berpedoman pada standar Australia Standart/New Zealand Standart (AS/NZS) 4360:2004. Dari hasil penelitian diperoleh total 15 risiko bahaya. Didapatkan 2 (13%) tingkat risiko dalam kategori rendah (Low), 4 (27%) tingkat risiko dalam kategori sedang (Medium) dan 8 (60%) tingkat risiko dalam kategori tinggi (Hard). Berdasarkan hasil analisis didapatkan risiko dominan masuk ke dalam kategori tinggi (Hard) dengan presentase 60%.
Copyrights © 2023