Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki sumber daya perikanan sangat melimpah, salah satunya adalah makroalga. Makroalga sangat berperan dalam menjaga stabilitas perairan, serta memiliki metabolit sekunder yang sangat bermanfaat untuk kebutuhan manusia. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan eksplorasi, lalu dianalisis secara deskrptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi perairan Hambapraing memiliki kontur karang dan berpasir dengan rata-rata kecepatan arus mencapai 24,87±0,42 cm/s, Dissolve Oxygen (DO) 8,40±0,097 mg/l dan suhu 30,56±0,48°C. Jenis makroalga yang telah diidentifikasi pada perairan Hambapraing terdiri atas tiga klasifikasi yakni makroalga coklat (Phaeophyceae) sebesar 50% yang terdiri dari Sargassum polycystum, Turbinaria conoides, Sargassum oligocystum, Sargassum muticum, Sargassum plagyophyllum, Padina gymnospora. Makroalga merah (Rhodophyta) 33,33%, misalnya Gracilaria salicornia, Laurencia papillosa, Hypnea charoides dan Kappaphycus alvarezii dan makroalga hijau (Cyanophyceae) 16,66% seperti Chaetomorpha crassa dan Ulva reticulata. Jenis rumput laut yang diidentifikasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sediaan pangan, food functional dan biomaterials
Copyrights © 2024