Tahapan perkembangan manusia merupakan tahapan yang kompleks serta terdapat tugas-tugas tertentu pada setiap tahapannya. Tahapan remaja menjadi tahapan krusial karena menjadi tahap persiapan memasuki dunia dewasa khususnya bekerja. Remaja khususnya mahasiswa memiliki tugas untuk memperoleh ilmu dan informasi akademik dengan cara belajar. Capaian akademik yang baik memberikan dampak positif bagi mahasiswa hingga masyarakat umum. Faktor pengaruh seperti resiliensi akademik dan impostor syndrome perlu diteliti lebih lanjut terkait korelasinya dengan capaian akademik mahasiswa yang tinggi. Resiliensi akademik merupakan intensitas ketahanan mahasiswa dalam mencapai potensi akademik terbaik, sedangkan impostor syndrome merupakan kondisi saat mahasiswa merasa kurang pantas mendapatkan potensi akademik terbaiknya. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 379 mahasiswa dengan prestasi akademik tinggi serta tergolong dalam penelitian kuantitatif korelasional. Berdasarkan rangkaian proses penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah negatif antara variabel resiliensi akademik dengan impostor syndrome pada mahasiswa berprestasi akademik tinggi.
Copyrights © 2024