Permasalah yang dibahas dipenelitian ini adalah rendahnya berfikir kritis siswa yang dikarenakan model yang digunakan pada pembelajaran tidak bervariasi dan masih didominani oleh guru. Pembelajaran kurang mengaitkan dengan keadaan lingkungan sekitar siswa . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan berfikir kritis siswa, (2) pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berfikir kritis siswa, (3) perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang belajar melalui pembelajaran kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah yang dilakukan di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Siswa kelas IV gugus V Durian Gadang sebagai populasi yang berjumlah 99 siswa, yang sampelnya sebanyak 49 siswa. Penelitian ini terdiri dari dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Pengumpulan datanya menggunakan tes dengan 10 soal essay yang telah divalidasi oleh ahli. Dari analisis data pretes dan postest kelas kontekstual didapat nilai sig 0,019 < 0,05 maka Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Kemudian analisis data pretest dan postest kelas pembelajaran berbasis masalah diperoleh nilai sig 0,016< 0,05 maka Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Kemudian pada hipotesis ketiga diperoleh nilai sig. 0,483 > 0,05 maka Ho Diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan menggunakan model pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan berfikir kritis siswa, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berfikir kritis siswa, (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang belajar melalui pembelajaran kontekstual dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berfikir kritis matematis.
Copyrights © 2022