Tanah gambut di Ine resia seluruhnya ditaksir mencapai 16-27,7 Juta ha yang tersebar sebagian besar di kepulauan S umatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Muluku / Nusa Tenggara dan Irian Jaya, Tanah gambut di Inu snesia umum nya mendominasi wilayah sepanjang pantai, serta belum ada di peroleh data yang jelas mengenai jumlah luas tanah gambut atas dasar bahan asal, cara pembentukan, jenis pelapukan dan ketebalan bahan Organic nya. Metode penelitian yang di lakukan adalah metode uji pompa sumur di tigadesa sekitar lokasi bekas penambangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian di areal bakas panambangan seluas 775 Ha dengan uji pompa sumur di tiga desa mempunyai angka trasmisivitas (Koefesien Keturusan air) gambut terdaapat di desa Siharjulu sebesar 2,02 m'/hari yaitu mempunyai akuifer tufa riodasit berselingan dengan gambut dan stroragen coefesien yang lebesar yaitu 1,01x 10” di lokasi Siharjulu, nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap sifat fisik tanah gambut dan penurunan airtanah. Sehingga pasokan air untuk irigasi mengalami kekeringan dan menurun nya produktifitaspertanian.Kata kunci : Drainase, gambut, transmisivitas, akuifer tufa riodasit, storage coefesien, eksploitasi.
Copyrights © 2008