Pada proses permesinan sering kita temukan perbandingan putaran dengan sudut kemiringan pahat yang tidak sesuai sehingga tidak jarang hasil yang diperoleh tidak optimal, seperti hasil permukaan produk terlalu kasar dan putaran spindel yang berlebihan. diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimalkan proses pemotongan pada proses bubut melalui penyesuaian kecepatan potong dengan sudut miring dari pada pemakanan. Penelitian ini pada akhirnya bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam hal ini kekasaran permukaan terhadap variasi sudut miring pahat potong dan putaran spindel mesin. Material untuk spesimen duri jenis bahan kuningan Pahat potong yang dari jenis HSS berukuran 12 x 12 x 100 mm. Mesin bubut yang akan digunakan dalam proses pengerjaan pembubutan yaitu mesin bubut merk Pindad. Variabel kemiringan sudut potongnya yaitu 30”, 60”, dan 90”, kedalaman pemakanan (a), yaitu 0,2 dan 0,4. serta gerak makan ( 420,065. Dari perbandingan variasi sudut kemiringan pahat 30, 60, dan 90” dengan ketebalan pemakanan fa) 0,2 dan 0,4 serta gerak makan ()) yang tetap yaitu 0,065. dapat diketahui bahwa, pada sudut kemiringan pahat 30, terjadi penurunan putaran lebih besar dari pada variasi sudut kemiringan pahat yang lainnya. Hasil penelitian menunjukan sudut kemiringan pahat 60 mempunyai tingkat kekasaran yang lebih tinggi dibandingkan sudut 300 dan 90. Sudut kemiringan ejekhf dari pahat untuk pembubutan material jenis kuningan adalah pada sudut 90”.Kata kunci : Turning, Kekasaran permukaan, Kuningan, Sudut kemiringan
Copyrights © 2008