Perhitungan sistem pengkondisian udara diperlukan agar kebutuhan penggunaan total daya masih dalam rentang yang diizinkan. Sehubungan terbatasnya sisa daya yang tersedia dari pabrik kelapa sawit (PKS) untuk suplai ke sistem pengkondisian udara sebesar 184 kW, diperlukan perhitungan untuk mendapatkan total beban pendingin yang terdiri dari beban sensibel dan laten dari seluruh ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beban daya pendingin dari desain ruang kantor PKS di Kalimantan Barat serta membandingkan sisa daya yang tersedia. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode Cooling Load Temperature Difference (CLTD) berdasarkan standar dari American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE). Mengacu pada hasil perhitungan didapatkan bahwa total beban sensibel lebih besar daripada beban laten dengan perbandingan 1: 3,18. Komponen yang membutuhkan beban pendingin maksimum adalah jendela kaca sebesar 12,96 kW. Ruangan yang membutuhkan daya beban pendinginan maksimum adalah lobi sebesar 8,66 kW. Beban pendinginan maksimum daya total adalah 51,5 kW pada jam 16.00. Beban daya pendingin dibandingkan dengan sisa daya yang tersedia dari PKS sebesar 184 kW. Daya untuk pendinginan ruang kerja adalah 4,5% dari total penggunaan daya di PKS. Pada kondisi ini pabrik masih dapat beroperasi dengan peningkatan faktor beban dari 86,4% menjadi 90,4%.
Copyrights © 2021