Kegagalan pada suatu konstruksi permesinan kemungkinan bisa terjadi, namun dapat dihindari dengan melakukan kajian-kajian dan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan impak (impact strength) terhadap material baja karbon ST 60 pada berbagai temperatur, terutama pada temperatur ekstrim melalui uji impak charpy. Pengujian dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: (1) mempersiapkan spesimen pengujian; (2) melakukan pengkondisian spesimen pada berbagai perlakuan temperatur; (3) melakukan pengujian impak charpy; dan (4) melakukan pengamatan perpatahan. Spesimen disiapkan dalam bentuk standar mengikuti ASTM E 23 sejumlah 24 buah sesuai dengan rancangan penelitian untuk 8 variasi temperatur dengan masing-masing 3 kali perulangan. Untuk mengkondisikan temperatur dapat dilakukan dengan menggunakan dapur pemanas (furnace) dan dry ice + alkohol 70% serta nitrogen cair. Pengujian impak dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji impak charpy dan pengujian perpatahan (fractographi) dapat dilakukan dengan menggunakan Stereoscan Microscope. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, harga kekuatan impak material ST 60 terendah terjadi pada temperatur yang sangat ekstrim (-20 0C), yaitu sebesar 0,111 Joule/mm2, dan yang terbesar pada temperature 200 0C dengan harga 0,836 Joule/mm2. Temperatur transisi dari ulet ke getas untuk material ST 60, terjadi antara temperatur 0 0C sampai 150 0C, dimana pada rentang temperatur ini menunjukkan energi impak terjadi kenaikan yang tajam.Kata kunci: Baja karbon ST 60, impak charpy, kekuatan impak, perpatahan.
Copyrights © 2016