Bawang merah merupakan komoditas yang dimanfaatkan sebagai bumbu oleh masyarakat. Di Sumbawa bawang merah menjadi komoditas unggulan, sehingga ketersediaan bawang merah melimpah dan perlu pengolaham lebih lanjut. Penelitian bertujuan untuk memperoleh teknologi pengolahan, formulasi pasta bawang merah untuk mengetahui karakteristiknya. Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan bahan, pembuatan sampel pasta bawang merah, pengujian sampel dengan uji proksimat (kadar air, kadar lemak dan kadar protein) dan uji organoleptik (aroma, tekstur dan warna). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor, faktor perbedaan kadar CMC yaitu 0,1%, 0,3% dan 0,5%, dan lama penumisan yaitu 4 menit dan 7 menit. Penelitian dilakukan ulangan sebanyak 3 kali ulangan. Analisis statistik menunjukan bahwa perbedaan kadar CMC dan lama waktu penumisan mempengaruhi kadar air, kadar protein dan kadar lemak, sedangkan interaksi keduanya tidak mempengaruhi. Perlakuan pasta bawang merah terbaik adalah perlakuan penambahan kadar CMC sebesar 0,5% dengan lama waktu penumisan 7 menit dengan hasil kadar air 40,85%, kadar protein 3,25% dan kadar lemak 0,95%. Pada pengujian organoleptik perlakuan terbaik adalah penambahan kadar CMC sebesar 0,1% dengan waktu penumisan 4 menit. Rata-rata kesukaan pasta bawang merah yang terbaik adalah aroma (5,3), tekstur (5,8) dan warna (5,5)
Copyrights © 2023