Batik Kendal merupakan motif batik yang sempat berjaya pada tahun 1921, namun eksistensinya saat ini jauh tertinggal dibandingkan batik dari daerah-daerah lainnya. Minimnya informasi, komunikasi, dan promosi tentang Batik Kendal membuatnya kurang dikenali oleh masyarakat, termasuk di antaranya oleh masyarakat Kendal sendiri. Upaya pelestarian Batik Kendal perlu dilakukan demi mencegah kepunahan batik ini. Umumnya, batik dikenalkan melalui media kain yang diolah menjadi pakaian. Sebagai sebuah inovasi, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengenalkan salah satu motif Batik Kendal bernama motif kembang kendil kepada masyarakat melalui media non-kain yaitu furnitur coffee table. Metode perancangan penelitian yang digunakan adalah metode design thinking yang terdiri atas 5 tahapan, antara lain emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Pada tahap emphatize dan define, data primer berupa hasil observasi, kuesioner, dan wawancara dikombinasikan dengan data sekunder berupa studi literatur dipakai sebagai dasar penentuan masalah/kebutuhan atas produk. Kemudian pada tahap ideate, pengerucutan dari masalah dan informasi yang teridentifikasi diwujudkan menjadi gambar kerja melalui proses brainstorming, mindmapping, moodboard, dan penentuan desain akhir terpilih dengan menggunakan aplikasi SketchUp, CorelDRAW, dan AutoCAD. Perwujudan gambar kerja dilakukan pada tahap prototype, dengan hasil akhir berupa produk coffee table dengan skala 1:1. Prototype tersebut pada tahap test mendapatkan total penilaian sebesar 83% dari responden melalui kuesioner akhir. Melalui penelitian ini, didapatkan informasi bahwa implementasi motif kembang kendil pada furnitur coffee table berhasil dilakukan sebagai upaya pelestarian warisan budaya dan edukasi masyarakat pada media nontekstil. Diharapkan, penelitian ini dapat menginspirasi upaya diversifikasi pelestarian batik ke depan, baik dalam konteks motif-motif batik langka lain atau dalam konteks pemilihan media pengenalan yang dipilih.
Copyrights © 2024