Suatu pengelolaan layanan teknologi informasi perlu menjalani evaluasi dan pengukuran melalui berbagai metode seperti perhitungan tingkat kapabilitas, tingkat kematangan, analisis kesenjangan, dan penyusunan rekomendasi. Hal serupa juga berlaku untuk pengelolaan layanan teknologi informasi di Cirebon Satu Data. Kerangka kerja yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Framework IT-IL Versi 4, yang memusatkan perhatian pada 11 Service Management Practices termasuk Availability Management, Capacity and Performance Management, Change Control, Incident Management, IT Asset Management, Monitoring and Event Management, Problem Management, Service Continuity Management, Service Desk Management, Service Level Management, dan Service Request Management. Menurut hasil analisis kuesioner yang diisi oleh 132 responden (administrator, pemegang data, pencipta data, dan masyarakat), rata-rata CMMI dan Maturity Level pada Service Management Practices berada pada level tiga (defined), dan GAP Analysis mencapai dua kesenjangan. Ini menandakan bahwa proses atau fungsi layanan telah diterima secara luas dan langkah-langkahnya telah diatur sesuai standar, dicatat secara tertulis, dan disebarluaskan melalui pelatihan. Setiap proses memiliki struktur yang jelas, tujuan resmi, dan target yang ditetapkan, termasuk pemberian sumber daya yang sesuai, dan berfokus pada pencapaian kinerja yang efisien dan efektif. Akan tetapi, masih ada beberapa perbedaan yang perlu diatasi, sehingga rekomendasi perbaikan diperlukan untuk setiap praktik berdasarkan Framework IT-IL 4.
Copyrights © 2023