Dalam melaksakan tugas mengajar dan mendidik, guru memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda, ada yang bersemangat dan penuh  tanggung  jawab, ada juga guru yang melakukan pekerjaanya tanpa dilandasi rasa tanggung jawab, selain itu ada juga guru yang sering bolos, dan datang tidak tepat pada waktunya. Lemahnya administrasi pembelajaran, ilmu pengetahuan dan sarana prasarana pendukung pembelajaran merupakan kendala Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Untuk memudahkan penilaian guru dapat menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK), kriteria yang dinilai dalam penilaian kinerja guru ini meliputi kedisplinan, kehadiran, tanggung jawab, dan evaluasi kinerja, dimana terdapat alternatif yang berjumlah 10. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot dari 10 alternatif yang diuji dan Weighted Product (WP) digunakan untuk menentukan nilai alternatif tertinggi atau nilai kinerja guru tertinggi berdasarkan bobot yang telah ditentukan dengan proses perangkingan. Sistem Pendukung Keputusan ini menghasilkan suatu alternatif keputusan yang dapat dipergunakan sebagai alat pemecahan masalah dalam menentukan guru yang memiliki kinerja terbaik sehingga Kepala Sekolah dapat mempertimbangkan kinerja terhadap guru tersebut.
Copyrights © 2024