Dusun Mantran Wetan merupakan salah satu dusun yang masuk dalam rangkaian Festival 5 Gunung dan sampai saat ini masih mempertahankan tradisinya baik dari segi kebudayaan maupun lingkungan binaannya (permukiman). Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya penduduk yang mempertahankan keaslian wujud permukimannya berupa bangunan Limasan. Dewasa ini banyak terjadi fenomena pembangunan yang lebih mengedepankan nilai ekonomi dan mengakibatkan pergeseran nilai-nilai sosial dan budaya. Pergeseran nilai tersebut menimbulkan dampak perubahan pada tatanan lingkungan binaan seperti terjadinya perubahan pada wajah lingkungan permukiman. Untuk menangani permasalahan tersebut pemerintah melakukan kegiatan penanganan yaitu revitalisasi lingkungan permukiman tradisional sebagai upaya mencapai keberlanjutan (sustainability). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang memiliki khasanah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai unsur penggerak ekonomi masyarakat, wisata, dan atau tempat tinggal komunitas. Penanganan permukiman tradisional ini juga diharapkan menjadi asset wisata dan pelestarian permukiman tradisional. Jurnal ini akan mengidentifikasi substansi penanganan permukiman dari aspek fisik, dan non fisik (sosial, ekonomi, budaya) dengan menggunakan metode deskriptif dari data primer maupun sekunder yang telah diperoleh. Â
Copyrights © 2014