Pengujian viabilitas benih menggunakan uji tetrazolium merupakan salah satu metode penentuan viabilitas benih dengan mengevaluasi tingkat warna merah yang terbentuk pada benih. Warna merah terbentuk dari aktivitas enzim dehidrogenase pada siklus trichloroacetic acid. Penentuan tingkat warna merah pada benih ini dapat menggunakan alat sensor infra red. Penelitian ini bertujuan menguji alat sensor infra red untuk menentukan intensitas warna secara kuantitatif dalam uji tetrazolium serta menentukan korelasi alat sensor infra red dengan pengujian benih secara fisiologis. Percobaan disusun menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan faktor tunggal yaitu tingkat viabilitas benih berdasarkan daya berkecambah masing-masing adalah 78.9%, 70.7% dan 40.0 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sensor intensitas infra red untuk uji tetrazolium pada benih kacang tanah menghasilkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.62 antara nilai RGB merah bagian dalam kotiledon (Rd) dengan kecambah normal. Kata kunci: daya berkecambah, enzim dehydrogenase, kotiledon, mutu fisiologis benih, RGB
Copyrights © 2024