Frontier Agribisnis
Vol 4, No 3 (2020)

ANALISIS PEMASARAN KEDELAI (Glycine max) DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Abdur Rahim (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhammad Husaini (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Mira Yulianti (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2020

Abstract

Sektor primer pertanian menjadi peran penting dalam strategi pengembangan pertanian karena prospek cerah yang dimiliki usaha dalam bidang agribisnis memiliki kesempatan yang besar untuk dikembangkan bagi pelaku usaha bisnis. Perpindahan hasil kedelai dimulai dari tangan petani kedelai sampai dengan konsumen akhir disebut juga pemasaran kedelai. Tujuan akhir dari berusahatani adalah memasarkan hasil produksi oleh karena itu pemasaran menjadi hal yang penting dalam berusahatani. Perkembangan produksi kedelai di Kabupaten Banjar terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan agar saluran pemasaran kedelai dapat diketahui, besarnya biaya, margin, farmer’s share, tingkat efisiensi serta keuntungan yang diterima produsen atau petani di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Simple random sampling adalah metode yang digunakan dalam menentukan sampel. Responden yang diambil didalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian saluran pemasaran komoditas kedelai yang ada di Kecamatan Karang Intan memiliki dua pola yaitu saluran pemasaran I (petani - pedagang tengkulak - pabrik pengolahan tahu dan tempe) yang diikuti petani sebanyak 70%. Saluran pemasaran II (petani - pedagang tengkulak - pedagang pengecer - konsumen akhir) sebanyak 30%. Biaya pemasaran yang tertinggi diantara dua saluran adalah biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 169,56/kg. Saluran II menjadi margin terbesar yaitu sebesar Rp 1.680/kg. Keuntungan yang diterima terbesar berada pada saluran II adalah sebesar Rp 1.510,44/kg, Saluran I menjadi farmer’s share petani tertinggi yaitu sebesar 73,33%. Saluran distribusi yang efisien adalah di saluran II karena keuntungannya merata kepada seluruh pihak yang terlibat.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...