Provinsi Kalimantan Selatan adalah penghasil jeruk siam di Pulau Kalimantan, Kabupaten yang mampu menopang kekurangan pasokan jeruk dari luar yaitu Kabupaten Barito Kuala, Salah satu kecamatan yang mendukung pengembangan usahatani jeruk yaitu Kecamatan Belawang dan salah satunya di Desa Karang Buah, tingkat umur tanaman usaha tani jeruk siam banjar di Desa Karang mencakup dalam umur tanaman dari 0 sampai > 10 tahun. Komoditas jeruk yang ada di Desa Karang Buah berkembang cukup baik adapun jenis yang dibudidayakan yaitu jeruk siam banjar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur tingkat sensitivitas dan mengukur tingkat kelayakan finansial usahatani jeruk siam banjar. Penelitian dilakukan di Desa Karang Buah. Metode pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling yakni mengkelaskan populasi menjadi 3 kelas yakni kelas A untuk Umur tanaman 1 – 6 tahun, Kelas B 7 – 12 tahun dan kelas C 13 – 18 tahun. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan November 2020, dan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tingkat kelayakan usahatani jeruk siam banjar dengan nilai NVP df 10% sebesar Rp. 98.669.747, NetBC sebesar 3,62 dan IRR sebesar 29%. Tingkat sensitivitas terhadap skenario kenaikan biaya,penurunan harga dan penurunan produksi nilai NVP yang didapat masih tetap > 1 dengan artian usahatani jeruk siam banjar di Desa Karang Buah tidak sensitif terhadap skenario yang dipakai.
Copyrights © 2021