Frontier Agribisnis
Vol 1, No 2 (2017)

Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar

Siti Rahmah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Luthfi Fatah (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Hamdani Hamdani (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2017

Abstract

Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalamĀ  pembangunan ekonomi negara Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya pemberdayaan UMKM melalui strategi pengembangan usaha industri tahu yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal industri, mengetahui peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri, serta merumuskan strategi pengembangan usaha industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Data diambil dengan observasi, wawancara, kuisioner serta metode pengambilan sampel dengan metode sensus untuk pemilihan industri, metode proportionate random sampling untuk karyawan perusahaan, dan metode purposive untuk responden konsumen dengan total keseluruhan responden 42 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha industri tahu diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan acuan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan pada matriks IE, usaha industri tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok growth and build (Tahu Langgeng, Tahu Harapan Jaya, Tahu Sukatmo, Tahu Adi Karya, Tahu Berkat sekumpul) dan kelompok hold and maintain (Tahu Karya Bersama Narso dan Tahu Karya Bersama Setu) sedangkan berdasarkan diagram kartesisus SWOT terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kuadran II (strategi ST) yaitu Tahu Langgeng, Tahu Adi Karya, dan Tahu Berkat Sekumpul dan kelompok kuadran IV (strategi WT) yaitu Tahu Harapan Jaya, Tahu Karya Bersama Narso, Tahu Karya Bersama Setu, dan Tahu Sukatmo.Kata kunci: UMKM, industri tahu, strategi pengembangan, matriks SWOT

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...