Hingga saat ini, pertanian masih menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman karet merupakan salah satu komoditas ekspor yang terdapat di Indonesia. Karet alam juga merupakan salah satu hasil perkebunan yang sangat penting karena memberi kontribusi terhadap penerimaan devisa negara, lapangan kerja dan mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kecamatan Bati-Bati memiliki empat belas desa salah satunya Desa Kait-Kait Baru dengan luasan lahan karet mencapai 227 Ha. Adapun tujuan dari penelusuran ini untuk melakukan analisis terhadap kesejahteraan keluarga petani karet lokal dan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas petani di Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dan pemilihan responden dengan metode penarikan contoh acak sederhana dengan sampel yang ditetapkan sebanyak 35 responden. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa Keluarga Sejahtera I (KS I) sebanyak 5 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 13 indikator (61,90%),Keluarga Sejahtera II (KS II) sebanyak 7 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 16 indikator (76,19%), Keluarga Sejahtera III (KS III) menempati jumlah responden terbanyak yaitu 19 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 19 indikator (90,47%), dan Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) sebanyak 4 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 21 indikator (100%).
Copyrights © 2024