Salah satu faktor terjadinya perubahan yaitu urbanisasi yang tinggi di perkotaan sehingga terjadinya pemekaran kota ke daerah peri urban atau daerah pinggiran. Adanya pemekaran mengakibatkan terjadinya transformasi atau perubahan dalam kurun waktu tertentu dalam aspek spasial, sosial, dan ekonomi. Analisis yang dilakukan yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Variabel yang akan dikaji yaitu tutupan lahan, jumlah penduduk, dan mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Sariharjo mengalami perubahan tutupan lahan yang sangat tinggi dari 349,51 hektar pada tahun 2010, kemudian 375,05 hektar tahun 2015, serta 469,10 hektar pada tahun 2020. Perubahan tutupan lahan juga diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dari 16.644 jiwa pada tahun 2010 menjadi 21.438 jiwa pada tahun 2020. Pertambahan jumlah penduduk salah satunya dikarenakan adanya migrasi yang mengakibatkan terjadinya trasnformasi mata pencaharian dan sosial ekonomi. Mata pencaharian penduduk di Desa Sariharjo sebelumnya mayoritas sebagai petani, namun karena semakin banyak penduduk yang ada maka penduduk lokal banyak yang meningkatkan nilai lahannya dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun yang dimanfaatkan untuk usaha. Hal ini juga mengakibatkan fasilitas perdagangan yang ada semakin meningkat.
Copyrights © 2024