AgroSainT: Jurnal Ilmiah
Vol 6 No 3 (2015)

KAJIAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI KOMODITAS PERKEBUNAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Eka Triana Yuniarsih (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian - Sulsel)



Article Info

Publish Date
28 May 2018

Abstract

Langkah awal untuk menuju pertanian yang efisien adalah penentuan komoditas unggulan yang diusahakan sehingga diperoleh komoditas yang memiliki keunggulan komparatif ditunjang dengan inovasi teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi komoditas perkebunan di provinsi Sulawesi Selatan. Metode kajian ini dilakukan melalui survai dan wawancara menggunakan kuisioner untuk memperoleh data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perkebunan dan BPS. Data hasil survai yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis. Pengolahan data menggunakan program windows spreadsheet exel pada Microsoft Office. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik sederhana dengan basis data dan informasi yang diturunkan dari hasil survey serta menggunakan analisis Location Quotient. Hasil kajian diperoleh penetapan komoditas pertanian unggulan daerah didasarkan pada komoditas yang eksisting di daerah, kondisi iklim dan peluang pasar yang ditetapkan oleh masing-masing pemangku kebijakan di daerah, terdapat ebutuhan teknologi terutama pada aspek (1) ketersediaan varietas unggul tahan hama penyakit, produksi tinggi, (2) ketersediaan bibit berkualitas. (3) teknologi budidaya mencakup (optimalisasi dan penataan populasi tanaman, pengelolaan hara spesifik lokasi berorientasi ramah lingkungan, pengendalian OPT berbasis bahan-bahan alami local/biopestisida, dan integrasi tanaman-ternak), (4) teknologi pascapanen (peningkatan kualitas produk, diversifikasi produk, pemanfaatan bahan alami sebagai bahan pengawet). Di Kab. Bone, tebu memiliki memiliki keunggulan komparatif karena nilai LQ > 1, dibandingkan komoditas perkebunan lainnya; di kab. Soppeng yang mempunyai nilai LQ>1 adalah pada komoditas kakao; sedangkan kabupaten Luwu mempunyai komoditas perkebunan unggulan yang bernilai LQ lebih 1 adalah dua komoditas yaitu komoditas kakao dan cengkeh. Komoditas kakao dan cengkeh untuk wilayah Kabupaten Luwu mempunyai komparatif yang sangat tinggi dan dapat dikategorikan sebagai komoditas basis pertumbuhan pembangunan wilayah.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

agro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan ...