AgroSainT: Jurnal Ilmiah
Vol 4 No 1 (2013)

Studi Perbandingan Kuat Tekan Beton yang Menggunakan Terak Nikel dengan Beton yang Menggunakan Batu Pecah Sebagai Agregat Kasar

Henrianto Masiku (Universitas Kristen Indonesia Toraja)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2019

Abstract

Beton adalah campuran dari semen, agregat, air dan bahan tambahan dalam perbandingan tertentu. Beton merupakan bahan bangunan yang umumnya dipakai dalam pembangunan fisik karena mudah dibentuk dan biaya pemeliharaan yang relatif murah dibandingkan dengan material lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah menjadi bahan dasar pembentuk beton, sehingga di satu sisi penggunaan bahan alam yang merusak lingkungan dapat diatasi dan di sisi lain bahan limbah dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk bahan dasar pembentuk beton. Penelitian ini menggunakan limbah terak nikel sebagai bahan perbandingan kuat tekan beton dengan batu pecah sebagai agregat kasar dengan tujuan hasil yang didapatkan dapat memberi informasi tentang penggunaan terak nikel sebagai agregat kasar dalam pembuatan beton normal sekaligus juga bertujuan sebagai langkah untuk penanganan pembuangan limbah dari pabrik pengolahan nikel. Metode perancangan campuran yang dipakai dalam penelitian ini metode SNI dengan kuat tekan rencana = 20 Mpa, ukuran agregat kasar maksimal 40 mm, dan sampel pengujian digunakan beton yang berbentuk kubus. Proporsi campuran penelitian ini menggunakan proporsi campuran yang didapatkan dari perencanaan campuran beton yang menggunakan agregat kasar batu pecah dengan ukuran proporsi yang sama untuk pembuatan sampel beton yang menggunakanan agregat kasar terak nikel. Untuk pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 3,7,14,dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kuat tekan beton dengan menggunakan terak nikel sebagai agregat kasar lebih tinggi dibanding beton yang menggunakan batu pecah. Dimana kuat tekan beton pada umur 28 hari yang menggunakan terak nikel sebesar 25,7 Mpa sedangkan beton yang menggunakan batu pecah sebesar 20,5 Mpa. Hal ini disebabkan karena nilai abrasi terak nikel lebih rendah yaitu 12% dibandingkan nilai abrasi batu pecah 33,7%.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

agro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan ...