Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix dan POC urine kerbau terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium Gaveolens L.) dengan menggunakan sistem hidroponik. Penelitian ini berlangsung pada bulan september sampai desember 2021 di Kelurahan Pangli Selatan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, dengan ketinggian 810 m dpl dan di wilayah tipe iklim B (Schmidt dan Ferguson). Penelitian ini merupakan percobaan factorial yang dirancang dengan memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK). AB Mix sebagai aspek 1 terdiri dari 3 taraf perlakuan ialah M1=AB Mix 1 ml/l L air, M2=AB Mix 1,5 ml/l L air, M3=AB Mix 2 ml/l L air sedangkan POC urine kerbau sebagai aspek 2 terdiri dari empat taraf perlakuan ialah P =kontrol (tanpa perlakuan), P1=POC urine kerbau 2 ml/l L air, P2=POC urine kerbau 4 ml/l L air, P3=POC urine kerbau 6 m /l L air. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan AB Mix 2 ml/l L air menghasilkan tanaman terbaik dari segi tinggi tanaman, jumlah helai daun, jumlah anakan, volume akar serta bobot segar tanaman untuk pertumbuhan dan produksi tanaman seledri. POC urine kerbau 6 ml/l L air memberikan hasil paling baik pada tinggi tanaman, jumlah helai daun, jumlah anakan, volume akar serta bobot segar tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri. Campuran perlakuan AB Mix 2 ml/l L air dengan POC urine kerbau 4 ml/l L air memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman, jumlah helai daun, jumlah anakan, volume akar serta bobot segar tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri.
Copyrights © 2022