Kasus hiperemesis gravidarum (HEG) meningkat signifikan di RS Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung dari 27 kasus (2021) menjadi 67 kasus (2022). Salah satu ibu hamil HEG menjalani rawat inap hingga 4 kali karena dehidrasi dan penurunan berat badan hingga 7 kg. Kasus HEG dapat menyebabkan morbiditas pada ibu dan berpengaruh pada kondisi bayi jika tidak ditangani dengan baik. Setelah di lakukan pengkajian, beberapa aspek kebutuhan dasar holistik pasien tidak terpenuhi. Tanda dan gejala yang dialami seseorang Ketika sakit mencerminkan keseimbangan biopsikososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan holistik pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Wawancara dilakukan di Rumah Sakit dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam. Analisis hasil wawancara menggunakan analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebutuhan holistik pada ibu hamil dengan HEG belum terpenuhi dengan baik. Aspek yang belum terpenuhi adalah aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Aspek yang terpenuhi dan tidak memengaruhi kehamilan ibu adalah aspek kultural. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya menerapkan pendekatan holistik dalam pengkajian dan penanganan pasien, diharapkan pasien dapat mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif dan menyeluruh sesuai dengan kebutuhan.
Copyrights © 2024