Ditengah-tengah keadaan ekonomi yang tidak menentu, persuahaan perlu mencapai tingkat profitabilitas yang tinggi agar tetap bertahan ditengah persaingan antar usaha yang semakin sengit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal kerja (working capital turnover) dan likuiditas (current ratio) terhadap profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif, menggunakan data sekunder, data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, dengan populasi sebanyak 11 perusahaan melaporkan laporan keuangan mulai tahun 2015 secara konsisten hingga tahun 2021 dalam Bahasa Indonesia. Purposive sample yang dikumpulkan berjumlah 60 laporan keuangan dianalisis dengan tehnik analisis regresi data panel diolah dengan SPSS 26.0. Hasil uji asumsi klasik mengidentifikasian bahwa data yang digunakan dalam penelitian adalah normal dari empat pengujian yang dilakukan. Uji hipotesis t menggambarkan bahwa WCTO tidak memiliki pengaruh terhadap RAO, sementara CR berpengaruh signifikan terahadap ROA. Hasil Uji hipotesis f menggambarkan bahwa WCTO dan CR berpengaruh secara simultan terhadap ROA. Uji Regreasi berganda mengambarkan 50,4% Tingkat keuntungan mendapatkan pengaruh dari dari perputaran modal kerja dan likuiditas. Sementara sebesar 49,6% d dipengaruhi oleh variable yang tidak diteliti atau variabel lainnya di luar persamaan regresi ini. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan alat kesehatan, perkembangan modal kerja bersifat tidak tetap dan jumlahnya tidak besar, namun likuiditasnya sangat baik dan umumnya di atas rata-rata bahkan untuk perusahaan kesehatan. Hal ini mempengaruhi tingkat profitabilitas yang dicapai sangat baik yaitu sebesar 8,9% dibandingkan dengan rata-rata industri biasanya sebesar 5-20%.
Copyrights © 2024