Tanaman Jagung merupakan komoditi pangan terpenting yang mengandung karbohidrat prangkat ke-2 setelah padi. Perhatian masyarakat terhadap soal pertanian dan lingkungan beberapa tahun terakhir ini menjadi meningkat, karena dirasakan dampak negatif bagi lingkungan akibat penggunaan bahan an organik dalam peningkatan produksi pertanian. Untuk menekan dampak negatif tersebut, pertanian organik merupakan pertanian alami yang mampu mengurangi penggunaan bahan anorganik. Pupuk bokasi adalah pupuk organik hasil fermentasi dengan teknologi EM4 (Effective Microorganims-4). Pupuk KCl adalah pupuk an organik berperan dalam memperkuat tanaman agar tidak mudah patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengenguji pengaruh pemberian Pupuk KCl dan Bokasi Gulma secara interaksi dan tunggal terhadap produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), Faktorial 4x4 dengan perlakuan sebagai berikut; Dosis pemberian KCL yang terdiri dari 4 level yakni; K0. Tanpa Pemberian KCL, K1. KCL 20 g/plot, K2. KCL 40 g/plot, K3. KCL 60 g/plot dan Dosis Bokasi Gulma terdiri dari B0. Tanpa Pemberian Bokasi Gulma, B1. Bokasi Gulma 480 g/plot, B2. Bokasi Gulma 960 g/plot, B3. Bokasi Gulma 1.440 g/plot. Parameter yang diamati; Panjang tongkol, Lilit tongkol dan berat tongkol per tongkol. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa uji dosis KCl dan bokasi gulma secara interaksi berpengaruh terhadap Panjang, lilit dan berat tongkol ,dimana dosis KCl yang tepat akan mengurangi pemberian pupuk Bokasi dan begitu pula sebaliknya serta pupuk KCL dan Bokasi yang seimbang akan dapat memaksimalkan produksi tanaman jagung manis yakni terdapat pada dosis pemberian KCl 60 gram,Bokasi 480 gramdan Dosis KCl 20 gram, Bokasi 960 gram yakni KCl 20 gram per plot dengan produksi Panjang tongkol 30,00 cm, lilit tongkol 20,17cm dan berat tongkol 465,00 gram per tongkol.
Copyrights © 2017