Pendapatan nasional terbesar bagi suatu negara salah satunya ialah bersumber dari pajak. Pajak didasarkan pada pendapatan atau keuntungan yang diperoleh pembayar pajak, maka pengumpulan pajak yang tinggi merupakan tanda ekonomi yang kuat di suatu negara. Namun, karena dapat menurunkan pendapatan dan mereka tidak menerima manfaat langsung dari pembayaran pajak mereka, pajak menjadi beban bagi masyarakat umum. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa individu atau bahkan perusahaan melakukan penghindaran pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi financial distress dan capital intensity terhadap tax avoidance pada perusahaan subsektor food and beverage yang terdaftar di BEI pada tahun 2020-2022. Sebanyak 101 sampel dipilih untuk penelitian ini dengan menggunakan teknik puposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif digunakan. data dianalisis dengan mengimplementasikan teknik regresi linear berganda, analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan pengujian hipotesis adalah metode analisis data yang digunakan. Temuan menunjukkan bahwa financial distress dan capital intensity tidak berkontribusi terhadap pengaruh tax avoidance.
Copyrights © 2024