Industri percetakan memiliki peran krusial dalam mendukung berbagai sektor dengan kebutuhan cetakan. Memilih mesin percetakan yang sesuai merupakan tantangan strategis bagi perusahaan percetakan untuk menjawab tuntutan pasar yang dinamis. Faktor seperti jenis produksi, kapasitas, kecepatan cetak, dan inovasi teknologi menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan yang optimal untuk mencapai hasil produksi maksimal. Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) danTechnique Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang digunakan untuk perangkingan mesin percetakan. Metode AHP digunakan untuk melakukan pembobotan pada kriteria spesifikasi mesin, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk perangkingan alternatif mesin percetakan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 5 data nama mesin percetakan pada sebuah industri pecetakan. Hasil perangkingan di atas maka diperoleh urutan perangkingan mesin percetakan adalah Heidelberg XL 106 dengan nilai preferensi 1, Komori Lithorone G40 nilai preferensi 0,66491 , K&B Rapida 106 nilai preferensi 0,27434, Roland 900 Evolution dengan nilai 0,61316, Mitsubishi Diamond dengan nilai 0,13676.
Copyrights © 2024