Artikel ini membahas tentang parade cikar sebagai budaya lokal masyarakat desa Sumberejo kecamatan ambulu kabupaten Jember. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji parade Pegon sebagai budaya lokal masyarakat desa Sumberejo kecamatan ambulu, sejarahnya serta perkembangannya hingga saat ini. penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang meliputi studi pustaka dan observasi dengan mewawancarai narasumber untuk pengumpulan data. tradisi Pegon ini merupakan perayaan syukuran yang dilaksanakan tuju hari setelah hari raya idul Fitri atau dikenal sebagai hari raya ketupat. parade ini melibatkan penggunaan cikar, alat transportasi tradisional yang ramah lingkungan ditarik oleh sapi, yang dihias dengan janur dan ornamen lainnya. parade Pegon berawal dari kegiatan syukuran dan doa bersama yang dilakukan oleh para tukang cikar di pantai watu ulo sejak tahun 1945. seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi acara festival yang lebih meriah dan modern. perkembangan tradisi ini juga berdampak pada aspek budaya dan sosial masyarakat setempat. dari sekedar syukuran sederhana, parade Pegon kini menjadi festival tahunan yang menarik perhatian wisatawan. namun perubahan ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai hilangnya makna asli dari tradisi tersebut sebagai wujud syukur dan kerukunan masyarakat.
Copyrights © 2024