Indonesia merupakah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dimana kopi menjadi komoditas nomor urut kedua paling banyak diperjualbelikan di dunia. Hal ini menyebabkan limbah kulit kopi arabika melimpah, sehingga kami memanfaatkannya sebagai pewarna alam. Pewarna alam dalam sediaan cair sebelumnya telah banyak hanya saja pewarna tersebut memiliki kekurangan yakni masa simpan yang singkat sehingga dalam penelitian saya kali ini akan membuat pewarna alam dalam bentuk serbuk. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari proses pembuatan serbuk pewarna dari limbah kulit kopi menggunakan metode foam-mat drying dengan mengkaji penambahan maltodekstrin, variabel putih telur dan variasi suhu pengering terhadap kualitas serbuk warna alam yang dihasilkan. Metode foam-mat drying merupakan teknik pengeringan dengan bahan berbentuk cair menggunakan cara pembusaan dimana ditambahkan foam stabilizer dengan suhu yang rendah. Hasil penelitian warna alam kulit kopi terbaik diperoleh pada konsentrasi maltodekstrin 10%, putih telur 25% serta suhu pengering sebesar 80 0C dimana didapatkan serbuk terbaik dengan rendemen 12,036 %, kadar air 5,20%, intensitas cahaya dengan L*(Kecerahan) 16,25, a*(hijau-merah) 14,55 dan b*(biru-kuning) 17,69.
Copyrights © 2024