Setiap orang harus memiliki pola tidur yang sehat, terutama mahasiswa kedokteran. Sangat penting bagi setiap mahasiswa kedokteran untuk mendapatkan hasil lulus dari setiap ujian blok agar mereka dapat mencapai hasil terbaik dari ujian mereka. Terdapat beberapa penelitian yang berbeda tentang hubungan antara pola tidur dengan hasil ujian blok pada mahasiswa fakultas kedokteran. Beberapa penelitian menemukan bahwa pola tidur memengaruhi hasil ujian blok mahasiswa fakultas kedokteran, sementara penelitian lain menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pola tidur dan hasil ujian blok mahasiswa fakultas kedokteran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil ujian blok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara berkorelasi dengan pola tidur mereka. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengantisipasi variabel yang dapat memengaruhi hasil ujian blok mereka. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode simple random sampling digunakan untuk menguji 192 individu. Waktu awal tidur dan hasil ujian blok dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 136 siswa (70,8%) mulai tidur lebih awal dari pukul 10 malam, dan 56 siswa (29,2%) mulai tidur lebih awal dari pukul 10 malam. Mahasiswa FK Untar angkatan 2021 paling banyak lulus ujian blok, sebanyak 183 (95,3%), sementara 9 (4,7 %) gagal. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 tidak melihat hubungan antara pola tidur mereka dan hasil ujian blok mereka (p=0,189). Ini menunjukkan bahwa pola tidur tidak memengaruhi hasil ujian blok mereka.
Copyrights © 2024