Diare merupakan salah satu penyebab mortalitas pada bayi di negara berkembang. Tingginya kejadian diare dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah tidak dilakukannya pemberian ASI. Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan lebih sedikit mengalami gangguan gastrointestinal dan gangguan pertumbuhan. Kejadian diare pada anak sampai saat ini di Indonesia masih terus terjadi dan berisiko terhadap status kesehatan anak. ASI merupakan makanan pertama kehidupan untuk bayi dan ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi agar tetap sehat, status gizi yang optimal, cerdas, meningkatkan zat kekebalan dan anti bodi yang dapat mencegah dari berbagai penyakit salah satunya memberi perlindungan terhadap diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita di BPM D Kota Batam. Penelitian ini menggunakan data primer dengan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di BPM D Kota Batam yaitu 30 balita usia >6 bulan – 36 bulan. Sampel 30 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil Distribusi frekuensi responden yang mengalami diare yaitu sebanyak 16 (53,3%), mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 10 (33.3%). Ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita di BPM D kota Batam dengan nilai p value = 0,001.
Copyrights © 2024