Pemerataan distribusi SDM Kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan ideal tiap wilayah baik pada pelayanan kesehatan tingkat pertama maupun tingkat lanjut. Indonesia rentan menghadapi masalah terkait distribusi tenaga kesehatan. Indonesia menghadapi tantangan dalam hal ini karena adanya variasi kondisi sosial-ekonomi, perbedaan kebijakan regional, dan kurangnya pengawasan nasional, terutama di daerah terpencil. Daerah yang lebih besar memiliki distribusi yang lebih seimbang karena aksesibilitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan terhadap sebaran dokter pada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur seperti jumlah penduduk, persentase penduduk miskin, dan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) sebagai bahan masukan pengambilan keputusan/kebijakan pihak-pihak terkait. Penelitian merupakan analisis data sekunder dengan unit analisis 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif dan analisis tabulasi silang untuk memberikan gambaran hubungan dengan variabel terkait. Hasil penelitian menunjukkan variasi distribusi dokter di Jawa Timur. Terdapat hubungan positif antara jumlah dokter dengan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah rumah sakit, dan jumlah puskesmas. Hubungan dengan persentase penduduk miskin bervariasi dan memerlukan analisis lebih lanjut. Distribusi dokter lebih banyak terkonsentrasi di daerah dengan populasi besar dan fasilitas kesehatan yang lebih banyak. Pemerataan distribusi tenaga kesehatan memerlukan kebijakan yang lebih terfokus untuk daerah dengan aksesibilitas rendah.
Copyrights © 2024