Tingginya prevalensi dismenore pada remaja di Kabupaten Pandeglang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Terdapat 1178 kasus gangguan haid dan 43,5% remaja di PMB S mengalami dismenore hingga November 2022. Dismenore mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan prestasi akademis, dan berdampak buruk pada kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Data PMB S tahun 2021-2023 menunjukkan sekitar 60 remaja mengalami dismenore, dengan 20 dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prevalensi dan faktor-faktor dismenore, menganalisis dampaknya, serta mengevaluasi metode penanganan yang digunakan oleh remaja dan pengetahuan mereka serta orang tua tentang dismenore. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain pre-test dan post-test control group. Populasi penelitian ini adalah remaja yang mengalami dismenore primer. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden yaitu remaja yang mengalami dismenore primer dengan membandingkan secara langsung terhadap respon dari aromatherapy lavender dan kompres air dingin. Penelitian dilakukan di wilayah kerja PMB S dari Desember hingga Januari 2024, menggunakan teknik sampling non-probability. Kriteria inklusi adalah remaja putri usia 10-19 tahun dengan dismenore primer, tanpa gastritis, pelajar aktif, dan disiplin. Data dikumpulkan melalui wawancara. Proses penelitian melibatkan persiapan, sosialisasi responden, dan pengumpulan data dengan instrumen wawancara, informed consent, pengukuran nyeri, SOP pemberian air kelapa hijau, dan lembar observasi. Hasil dianalisis menggunakan Uji Independent test. terdapat pengurangan skala nyeri setelah diberikan air aromatherapy lavender. Kesimpulan Pada hasil penelitian diperoleh hasil yang signifikan dalam mengurangi dismenrore primer, yaitu aromatherapy lavender, karena didapat hasil pengurangan nyeri dari skala 4 menjadi skala 2.
Copyrights © 2024