Anak sekolah sebagai salah satu contoh sasaran yang sangat efektif untuk merubah kebiasaan dan tingkah laku hidup sehat sejak usia dini. Menurut Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, proporsi anak sekolah di Indonesia berperilaku cuci tangan dengan benar yaitu sebesar 48,2%. Metode yang digunakan peneliti dalam menyusun artikel ini yaitu dengan tinjauan sistematik berpedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Metode ini memiliki lima Langkah terstruktur yaitu: Mengidentifikasi topik literatur, mencari sumber, memilih sumber yang relevan, mengelompokkan dan menganalisis, serta merangkum. Pada tahap awal dilakukan pencarian literatur dengan menggunakan database “Google Scholar” dan Science Direct dilakukan screening. Prosedur penyaringan terdiri dari judul, abstrak, tahun penelitian, dan metode yang digunakan. Kriteria inklusi studi yaitu berupa studi yang dipublikasi dalam 6 tahun terakhir (2019–2024).. Terdapat 8 indikator PHBS tatanan sekolah, diantaranya: Mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun termasuk dalam kategori cukup, mengonsumsi makanan sehat di kantin sekolah masih terdapat tiga kategori, yakni kurang, cukup, dan baik. Selanjutnya, menggunakan toilet yang bersih dan sehat sudah termasuk kategori cukup. Berolahraga dengan teratur, sudah termasuk dalam kategori cukup. Pengendalian jentik di sekolah termasuk ke dalam kategori kurang. Tidak merokok di lingkungan sekolah masih terdapat beberapa sekolah yang kurang dalam menerapkan pilar ini, namun ada juga beberapa sekolah yang sudah menerapkan pilar ini dengan baik. Mengukur berat badan dan tinggi badan secara rutin masih berada di kategori cukup. Selanjutnya, indikator membuang sampah pada tempatnya termasuk ke dalam kategori cukup dan kurang.
Copyrights © 2024