Kondisi anemia ditandai dengan jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah di bawah batas normal. Anemia pada remaja putri memiliki dampak serius terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kesejahteraan hidup. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola makan yang tidak seimbang, menstruasi yang berat, dan kekurangan asupan zat besi. Salah satu upaya intervensi yang dilakukan yakni suplementasi zat besi atau tablet tambah darah (TTD). Meningkatkan asupan zat besi merupakan pilihan pertama untuk mencegah anemia. Oleh karena itu, dalam rangka mengatasi masalah ini, Mahasiswa KKN BBK 2 telah melaksanakan program pemberian dan pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di SMP X Kota Lamongan. Kegiatan ini dilakukan melalui metode penyuluhan dengan leaflet dan power point yang berisikan informasi konsumsi TTD untuk siswi SMP X Kota Lamongan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya anemia serta menurunkan prevalensi anemia melalui pemberian TTD kepada remaja putri. Meskipun upaya pemberian kartu pemantauan konsumsi TTD telah dilakukan, tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD belum optimal. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa banyak siswi yang belum sepenuhnya patuh dalam mengonsumsi TTD secara rutin. Beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya kepatuhan meliputi lupa dan kekhawatiran efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi TTD. Program ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman mengenai anemia serta perlunya konsumsi TTD di kalangan remaja putri.
Copyrights © 2024