Dalam rantai pasokan setidaknya melibatkan 2 pihak, yaitu pembeli dan penjual. Kedua pihak tersebut mengikatkan diri dalam suatu kontrak baik secara lisan maupun tertulis. Mereka harus menghormati hak dan kewajiban yang sudah disepakati bersama dalam kontrak tersebut. Pihak yang gagal memenuhi kewajibannya berisiko kehilangan kepercayaan mitra bisnisnya di masa depan. Hal ini sering kali lebih mahal dibandingkan risiko operasional yang terjadi (Giles, 2015). Manajemen rantai pasok menekankan pada kesatuan yang efisien antara pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Tujuannya adalah untuk menghasilkan dan mendistribusikan produk atau jasa dengan akurat secara jumlah dan tempat yang dituju serta waktu yang tepat. Pengadaan material dalam siklus pengadaan adalah hal yang utama dalam proses produksi. Keterlambatan atau tidak tersedianya bahan akan merugikan perusahaan karena proses produksi terhenti, barang jadi tidak terkirim atau terlambat terkirim ke pelanggan, dan kerugian pembayaran sumber daya manusia (M. G. P. Kaban, and P. A. Wicaksono, 2020).
Copyrights © 2024