Perkembangan teknologi yang semakin canggih memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis pemula untuk berbisnis. Kesulitan awal dalam menjalankan bisnis bagi pelaku bisnis pemula adalah bagaimana menemukan strategi promosi yang tepat dari produk yang ditawarkan. Penjualan produk pakaian bekas (thrift) dari toko online Sadrathrifting merupakan produk pakaian bekas yang masih layak pakai, memiliki keunikan dan banyak digemari oleh kalangan remaja sampai orang dewasa. Sehingga menjadi persoalan yang penting bagi pelaku bisnis khususnya bagi pelaku bisnis pemula untuk menentukan media promosi agar diperoleh pasar yang lebih luas dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi studi-studi terdahulu dan mengetahui strategi digital marketing yang digunakan oleh toko online Sadrathrifting sebagai informasi terbaru bagi pelaku bisnis pemula khususnya dalam bisnis pakaian bekas. Studi ini terfokus pada strategi apa yang diterapkan oleh pelaku bisnis pakaian bekas dalam memasarkan produknya melalui sosial media facebook, instagram, dan e-commerce (shopee). Untuk menjawab pertanyaan tersebut digunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Social Media Analytics yang merujuk pada pengumpulan informasi dari media sosial. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi untuk mengumpulkan data primer. Wawancara dilaksanakan dengan cara semi terstruktur, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data literasi-literasi dari berbagai sumber seperti penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang digunakan pada media sosial facebook, instagram, dan e-commerce (shopee) dinilai efektif dalam memasarkan produk pakaian bekas (thrift) dan mampu meningkatkan volume penjualan setiap bulannya. Hasil dari implementasi strategi pemasaran digital marketing melalui social media memberikan pengaruh positif terhadap usaha Sadrathrifting yang dapat diperhatikan melalui jangkauan pasar yang semakin luas, serta meningkatnya omset penjualan.
Copyrights © 2024