Perubahan menuju kerja yang lebih fleksibel telah memengaruhi tatanan kerja tradisional yang terikat oleh waktu dan tempat. Pandemi COVID-19 mempercepat perubahan fundamental dalam tatanan kerja global, memunculkan konsep kerja hybrid yang melibatkan praktik kerja dari berbagai tempat dan fleksibilitas waktu. Namun, implementasi model hybrid working bukanlah tugas sederhana; ini memerlukan pertimbangan mendalam terhadap aspek tempat dan waktu kerja. Fokus saat ini terutama tertuju pada dimensi tempat dalam konteks kerja, dengan banyak individu menjalankan pekerjaan dari lokasi yang beragam. Namun, perubahan dalam dimensi waktu juga signifikan, mengubah pandangan tentang waktu kerja yang synchronous dan fleksibilitas kerja asynchronous. Model hybrid working mencerminkan perubahan ini. Selain tantangan dalam produktivitas dan budaya kerja, konsep "bias waktu tatap muka" menjadi relevan dalam perkembangan karier individu. Penting untuk menghilangkan bias yang mungkin terjadi terkait dengan kehadiran fisik di kantor, sehingga semua pegawai, baik yang bekerja di kantor maupun dari jarak jauh, mendapatkan pengakuan dan kesempatan yang setara. Kesesuaian model kerja hybrid dengan karakteristik pekerjaan dan preferensi individu juga menjadi faktor penting untuk keberhasilan implementasinya di berbagai organisasi.
Copyrights © 2023