Perubahan struktur tarif INA-CBGs yang diatur dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan berdampak pada pendapatan pelayanan hemodialisa di RSUD Dr. Haryoto. Tarif tindakan hemodialisa single use mengalami kenaikan sedangkan tindakan reuse sebesar 85% dari tarif single use. Hasil perhitungan proyeksi pendapatan pelayanan hemodialisa menunjukkan adanya selisih negatif pada pendapatan rumah sakit. Selisih biaya tindakan hemodialisa yang timbul dari perhitungan pendapatan tarif baru dan lama INA CBGs tidak sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tarif hemodialisa berdasarkan perhitungan unit cost dengan metode Activity Based Costing (ABC) di RSUD Dr. Haryoto. Jenis penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan desain studi kasus perbandingan antara tarif hemodialisa berdasarkan perhitungan unit cost menggunakan metode ABC dengan tarif BLU/BLUD dan tarif INA-CBGs di RSUD Dr. Haryoto. Responden dalam penelitian ini sebanyak 13 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan perhitungan tarif berdasarkan unit cost metode ABC lebih tinggi dibandingkan tarif BLU/BLUD dan tarif INA CBGs. Kesimpulan: ditemukan selisih negatif antara tarif unit cost metode ABC dengan tarif RS dan tarif INA-CBGs.
Copyrights © 2024