Pala (Myristica argentea Warb) merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia. Bagian pala yang diperjualbelikan oleh para petani adalah bagian biji dan fulinya baik dalam keadaan kering maupun basah, sedangkan daging buah pala pemanfaatannya masih minim sehingga menghasilkan limbah daging buah pala. Perbandingan biji pala dengan daging buah pala adalah 1:4 sehingga presentasi limbah daging buah pala yang dihasilkan tiap tahunnya mencapai 80%. Sementara itu, daging buah pala memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena mengandung berbagai nutrisi seperti serat pangan total, protein, dan lemak. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia daging buah pala berdasarkan konsentrasi pelarut yang berbeda. Proses ekstrasi daging buah pala dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dengan konsentrasi 40, 50, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi etanol, rendemen dan kadar protein semakin tinggi, namun kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat semakin rendah. Ekstrak daging buah pala Fakfak berpotensi sebagai antioksidan yang ditandai dengan adanya kandungan fenol sebesar 12,12 mg/ml pada konsentrasi etanol 60%.
Copyrights © 2023