Gangguan jiwa merupakan kondisi seseorang yang mempengaruhi perilakunya secara klinis berhubungan dengan distress atau peneritaan dan meninmbulkan gangguan pada salah satu atau lebih fungsi kehidupan manusia sehingga membutuhkan orang lain yang dapat merawatnya yaitu keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stigma masyarakat terhadap dukungan keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa. Stigma di masyarakat dianggap dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jiwa pasien dengan gangguan jiwa. Hal ini dapat menjadi faktor pasien dengan gangguan jiwa mengalami kekambuhan. Keluarga sebagai orang terdekat yang memberikan perawatan kepada pasien dengan gangguan jiwa agar pasien dapat sembuh atau tidak mengalami kekambuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah empat keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa dan 147 masyarakat yang tinggal sekitar keluarga. Hasil menunjukkan sebanyak 50,3% keluarga memberikan dukungan maksimal kepada anggota keluarga dengan gangguan jiwa dan sebanyak 53,7% masyarakat mempunyai stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan antara stigma masyarakat terhadap dukungan keluarga dalam memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Kata kunci : stigma, gangguan jiwa, dukungan keluarga
Copyrights © 2023