Pelayanan gawat darurat adalah pelayanan kesehatan yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah kematian, keparahan dan atau kecacatan sesuai dengan kemampuan fasilitas kesehatan. Pemanfaatan jaminan ini dapat digunakan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, praktik dokter, praktik dokter gigi, klinik pratama dan rumah sakit kelas D pratama serta fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan seperti klinik utama, rumah sakit umum dan rumah sakit khusus sekalipun dalam keadaan darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien penggunan BPJS Kesehatan tentang pelayanan kegawatdaruratan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Dradjat Perawiranegara Serang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk melihat gambaran persepsi pasien pengguna BPJS Kesehatan tentang pelayanan kegawatdaruratan dengan sampel sebanyak 73 pasien BPJS di IGD Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dradjat Prawiranegara. Hasil menunjukkan dimensi reliability (keandalan), dimensi responsiveness (daya tanggap) dan dimensi empathy (empati) memilik kesenjangan terbesar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai gap 5 dari ketiga dimensi tersebut (-0,33). Hanya ada satu dimensi yang memiliki kesenjangan kecil yaitu dimensi assurance (keamanan) dengan nilai gap 5 yaitu 0,01. Kata kunci : Persepsi, BPJS, Kegawatdaruratan
Copyrights © 2021