Deteksi dini penyakit jantung koroner (PJK) merupakan aspek krusial dalam upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) telah menjadi salah satu inovasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular, termasuk PJK. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Posbindu PTM dalam deteksi dini PJK serta tantangan dan potensi dalam implementasi program ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Posbindu PTM yang telah mengintegrasikan deteksi dini PJK dalam layanannya. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posbindu PTM memainkan peran yang penting dalam deteksi dini PJK dengan menyediakan layanan skrining kesehatan berkala kepada masyarakat. Dengan melibatkan tenaga kesehatan terlatih, Posbindu PTM mampu melakukan pengukuran faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah, serta memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat kepada peserta. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini PJK, serta kurangnya koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk tindak lanjut pasien yang teridentifikasi berisiko tinggi. Dalam konteks ini, ada potensi untuk meningkatkan efektivitas Posbindu PTM dalam deteksi dini PJK melalui peningkatan pelatihan tenaga kesehatan, peningkatan promosi dan advokasi masyarakat, serta memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan primer untuk rujukan dan tindak lanjut pasien. Dengan demikian, Posbindu PTM memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung koroner.
Copyrights © 2024