Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terbukti mampu bertahan di tengah pandemi Covid. Aksesibilitas terhadap teknologi informasi dan kemitraan diduga menjadi faktor yang berperan terhadap keberadaan UMKM. Penelitian ini bermaksud untuk menguji peran kedua faktor tersebut dengan menambahkan kemampuan inovasi sebagai mediator. Populasi penelitian adalah para pelaku UMKM di Kota Semarang yang tergabung dalam klaster pangan Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kriteria sampelnya adalah UMKM yang tergabung dalam klaster pangan kota semarang, telah beroperasi minimal 3 tahun dan memiliki tenaga kerja minimal 3 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dari pelaku UMKM. Tahapan analisis dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan profil responden dan persepsi responden terhadap variabel penelitian. Tahap selanjutnya adalah analisis kuantitatif untuk menguji pengaruh aksesibilitas teknologi informasi dan kemitraan strategis terhadap kinerja bisnis yang dimediasi oleh kapabilitas inovasi. Alat analisis yang digunakan adalah pemodelan persamaan struktural dengan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa aksesibilitas teknologi informasi dan kemitraan strategis berpengaruh positif terhadap kemampuan inovasi. Aksesibilitas teknologi informasi dan kemitraan strategis juga berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis. Kebaruan penelitian ini terletak pada mediasi variabel kapabilitas inovasi pada hubungan aksesibilitas teknologi informasi dan kemitraan strategis serta kinerja bisnis.
Copyrights © 2024