Perselingkuhan merajalela di masyarakat, sering terdengar di sekitar kita, dan menjadi isu sosial mengerikan yang perlu penanganan serius, termasuk hukum dari Pemerintah Pusat. Masyarakat juga menciptakan norma untuk menghukum pelaku perselingkuhan. Dampak negatifnya tidak hanya pada pasangan, tetapi juga lingkungan sekitar. Masyarakat mengutuk pelaku perselingkuhan, termasuk melalui media sosial, boikot, dan pengucilan sosial. Namun, media seperti film, seperti Layangan Putus, menarik penonton dengan cerita perselingkuhan. Penelitian ini menganalisis semiotika dalam film tersebut, menggambarkan nilai perselingkuhan dalam pelaku dengan baik. Layangan Putus mampu menarik penonton melalui aspek denotatif dan konotatif terkait perselingkuhan dalam filmnya. Ini menjadi daya tarik penelitian dalam konteks drama serial dan analisis semiotika.
Copyrights © 2023