Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan persentase 6,83% di Klaten. Pasien hipertensi menggunakan lebih dari satu macam obat sehingga berisiko mengalami drug related problems (DRPs). Adanya faktor risiko klinis pada pasien hipertensi dapat mempengaruhi efektivitas penggunaan obat sehingga menimbulkan kejadian DRPs. Evaluasi DRPs bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pada pengobatan seperti terjadinya efek samping dan interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah faktor risiko klinis terhadap angka kejadian DRPs. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif dengan purposive sampling pada data rekam medis pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji korelasi Spearman. Kriteria inklusi meliputi pasien hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta, usia > 18 tahun, mendapatkan obat antihipertensi, mendapatkan minimal 2 obat, memiliki data tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan obat tidak sesuai drug of choice 6 kasus (4,58%), obat kontraindikasi 4 kasus (3,05%), dosis obat tidak tepat (dosis dan frekuensi lebih/kurang (0,76%). Potensi interaksi obat 73 kasus, interaksi obat paling banyak adalah amlodipin dan CaCO3 (15,07%) dengan mekanisme interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan moderat. Faktor risiko klinis dan DRPs menunjukkan adanya hubungan sebesar 17,30% dengan kekuatan sedang (r = 0,461).
Copyrights © 2024