Teknologi blockchain menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan dalam sektor pertanian. Penelitian ini mengkaji potensi dan tantangan implementasi teknologi blockchain di sektor pertanian melalui meta-analisis sepuluh jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain dapat memfasilitasi pelacakan produk secara real-time, mengurangi penipuan, dan meningkatkan manajemen persediaan. Studi kasus pada rantai pasok produk organik mengungkapkan bahwa blockchain memungkinkan konsumen memverifikasi asal produk, meningkatkan kepercayaan, dan membantu petani mendapatkan harga yang lebih baik. Integrasi blockchain dengan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) juga menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, tantangan utama seperti kurangnya pengetahuan petani dan biaya implementasi yang tinggi perlu diatasi melalui pelatihan, dukungan teknis, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Proyek percontohan di beberapa wilayah menunjukkan keberhasilan awal, dan pengembangan lebih lanjut akan meningkatkan adopsi teknologi ini. Kesimpulannya, dengan dukungan yang tepat, blockchain memiliki potensi untuk merevolusi sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjamin kualitas produk bagi konsumen. Implementasi yang sistematis dan kolaboratif akan memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan dalam rantai pasok pertanian.
Copyrights © 2024