Latar Belakang: Inovasi adalah kunci keberhasilan perusahaan dalam menghadapi persaingan dinamis dan disrupsi. Namun, keputusan inovasi sering menimbulkan konflik kepentingan antara pemegang saham dan manajer akibat risiko dan imbal hasil yang terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kepemilikan asing, frekuensi rapat dewan direksi, serta ukuran dewan direksi terhadap tingkat inovasi perusahaan. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, dengan total observasi mencakup 142 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel melalui perangkat lunak statistik Eviews versi 10. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan ukuran dewan direksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi. Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori keagenan.
Copyrights © 2024